Ini rasanya bukan yang pertama kalinya terjadi, tapi kali ini saya nilai cukup menganggu. Saya dikejutkan oleh sebuah berita yang dimuat di laman Republika Online tanggal 25 Agustus 2011 yang menyebutkan bahwa saya “berkicau” di media twitter seputar penampakan Malinda Dee, pesakitan kasus fraud Citibank yang kesohor beberapa waktu yang lalu, di mal Pacific Place.
Republika “mengutip” saya demikian dalam beritanya: “Wah, yang di Pacific Place, apa benar Malinda Dee lagi di Imae Shabu-Shabu lantai 5?” kata Ari Margiono dalam salah satu kicauannya di akun Twitter miliknya. Ia pun mempertanyakan, bukannya Malinda Dee sedang ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri. “Bukannya harusnya ditahan lagi tuh orang?” ucapnya melanjutkan.

Mengejutkan buat saya karena ada dua masalah dari “reportase” wartawan Bilal Ramadan dan redaktur Krisman Purwoko disini. Pertama, saya hanya melakukan retweet kicauan orang lain (@d99) yang menyebutkan ia melihat Malinda Dee di Pacific Place. Retweet itu pun saya lakukan tanpa interpretasi. Hanya dengan menambahkan kata “Wah!”.
Kedua, sang wartawan dan redaktur tidak melakukan cek dan ricek kepada saya dan juga (mungkin) kepada nara sumber utama untuk memastikan bahwa yang bersangkutan betul melihat Malinda Dee. Padahal saya dengan mudah bisa dijangkau lewat twitter.

Lalu, jika demikian, dimana etika jurnalistik? Bisa kah kita percaya lagi kepada pemberitaan Republika yang lain?
Agu 26, 2011 @ 02:27:13
koreksi! gue gak menyebutkan gue melihat, tapi gue bertanya. hehehe.
gue sempet baca berita di detik, lebih menjelaskan yang di sana.
Agu 26, 2011 @ 04:02:40
Hem.. Apa si wartawannya nggak biasa dengan dunia twitter sehingga tidak ngeh dengan apa yg namanya RT ya..? Lagipula, bahasa teks itu memang interpretasi subjektif dari tiap pembaca ya. Sy jg pernah komen ttg masalah tif sembiring di twitter dengan gaya bercanda, eh, dikutip sama media tanpa smiley, jadi seakan2 saya orang yg bitter & bener2 gasuka sama tif. (emang gak suka sih, tapi… Hehehe..) semoga kasus ini cepet selese ya mas..
Agu 26, 2011 @ 04:34:06
Turut berduka cita, bang